Rand()

Add comment May 30, 2008

Create Trigger on mysql

CREATE TABLE test1(a1 INT);
CREATE TABLE test2(a2 INT);
CREATE TABLE test3(a3 INT NOT NULL AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY);
CREATE TABLE test4(
  a4 INT NOT NULL AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY,
  b4 INT DEFAULT 0
);

create trigger employee_BI BEFORE INSERT

on employee

FOR EACH ROW

BEGIN

INSERT INTO employee2 values (NEW.employee_id, NEW.name, NEW.birthdate,
NEW.marriage_status, NEW.phone_number1, NEW.phone_number2, NEW.address);

END;

http://dev.mysql.com/doc/refman/5.0/en/triggers.html

Add comment May 22, 2008

Slow Printing of Crystal Report Through Crystal Reports Viewer

CrystalReportViewer1.ReportSource = CR

With CR
.Refresh()
.PrintOptions.PrinterName = “EPSON TM-T88III Receipt”
.PrintToPrinter(1, False, 1, 1)

End With

Paul Timmerman

Add comment May 17, 2008

sharing printer di pclinux

Pertama kita mesti aktifkan dulu CUPS dan pastikan aktifkan juga pilihan START AT BOOT-nya. Defaultnya pclinuxos mematikan cups. Caranya K–configuration–pclinuxos control centre–system–configure system service.

Setelah cups terinstall baru kita tambahkan printer. Masuk ke menu setting–control center–periperal printer. Karena aku pake print server pada sistem windows so aku pilihnya ‘protokol’ LPD dgn queue lpt1.

Add comment February 2, 2008

instal Driver wifi untuk acer aspire 4315 di ubuntu

Hanya sekedar dokumentasi…

1. Make sure your system is up to date, and includes the necessary tools to compile the new kernel modules:

Code:
sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade
sudo apt-get install build-essential

2. Get the patched source:

Code:
wget http://www.cakey.de/acerhk/archives/acerhk-0.5.35.tgz
wget http://snapshots.madwifi.org/special/madwifi-ng-r2756+ar5007.tar.gz

3. Build the new Madwifi modules, to enable support for the Atheros AR5007EG card:

Code:
tar xfvz madwifi-ng-r2756+ar5007.tar.gz
cd madwifi-ng-r2756+ar5007
make
sudo make install

4. Build the new acerhk module, needed to enable the wireless button on the machine:

Code:
cd ..
tar xfvz acerhk-0.5.35.tgz
cd acerhk-0.5.35
make
sudo make install

5. Create a file containing instructions which the system will carry out when the acerhk module is loaded – see comments in the file:

Code:
sudo gedit /etc/modprobe.d/amilo_special_keys.modprobe

and paste the following into the file, save and exit

Code:
# set up kernel module acerhk to enable Fujitsu Siemens Amilo Li1718 special keys
# and enable wireless when the module is inserted.
# NOTE: to have the wireless hardware disabled until you press the wireless key on the laptop,
# simply replace "echo 1" with "echo 0" in the command below. 

install acerhk /sbin/modprobe --ignore-install acerhk force_series=6805 autowlan=1; echo 1 > /proc/driver/acerhk/wirelessled

6. Remove the acerhk module which is shipped with Ubuntu:

Code:
sudo rm  /lib/modules/2.6.22-14-generic/ubuntu/misc/acerhk.ko

7. Rebuild the module dependencies database

Code:
sudo depmod -a

8. Tell the system to load the acerhk module at boot time – it won’t otherwise, as it’s not actually an Acer laptop!

Code:
sudo gedit /etc/modules

add on a new line at the end of this file, then save and exit:

Code:
acerhk

9. restart your machine and you should have a working wifi card.

Add comment February 2, 2008

ReGistri

  1. Back-up dahulu registry sebelum diedit. Caranya, klik StartRun, ketik regedit. Setelah muncul window registry, pilih menu FileExport. Pada bagian Export range, pilih All dan tentukan nama file, akhiri dengan klik tombol Save.
  2. Banyak program yang sebenarnya terinstalasi dalam Windows, namun tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, masuk ke Control PanelAdd/Remove Windows Component dan beri tanda centang pada program yang belum aktif.
  3. Sebelum menginstalasi program baru atau melakukan perubahan setting Windows secara keseluruhan, lebih baik buat Restore Point secara manual dahulu. Caranya, Klik StartAll ProgramsAccessoriesSystem ToolSystem Restore dan klik Create a restore point.
  4. Jika Anda memutuskan untuk menginstalasi Windows Update yang sebelumnya sudah didecline, masuk ke Control PanelSystem, pilih tab Automatic Updates dan klik Restore Declined Updates.
  5. Untuk mengatur Windows update berjalan sesuai dengan kebutuhan Anda, atur dulu Windows Update. Caranya, buka System di Control Panel dan klik tab Automatic Updates. Atur enable atau disable option Keep my computer up to date.
  6. Bila Anda tidak memiliki CD bootable, jangan khawatir. Microsoft sudah menyediakan
    tool gratis untuk membuat disket booting di http://support.microsoft.com/?kbid=310994.
  7. Jika saat instalasi Windows tiba-tiba terhenti, matikan komputer dan lepas card tambahan. Misalnya sound card. Instal ulang dan pasang kembali card setelah instalasi selesai.
  8.  Untuk menambahkan System Administration Tools ada Start Menu, klik kanan StartProperties. Masuk dalam tab Start Menu dan klik Customize kemudian masuk dalam tab Advanced. Geser ke bawah dan beri tanda centang pada option Display on the All Programs and the Start Menu.
  9. Untuk menginstal Back up Utility pada Windows XP Home Edition carilah file ntbackup.msi di direktori\valudeadd\msft\ntbackup\ di CD instalasi Windows XP. Jalankan file tersebut dan ikuti langkahlangkahnya.
  10. Windows XP secara otomatis akan me-highlight setiap program baru yang ter-install. Cara menghilangkannya, klik kanan StartProperties. Masuk ke tab Start MenuCustomize, kemudian klik tab Advanced dan hilangkan tanda centang pada opsi Highlight newly installed program.
  11. Untuk tampilan film atau game terbaik pada komputer, pastikan bahwa DirextX terbaru sudah terinstalasi dengan baik. Lihat versi terbarunya di www.microsoft.com/windows/directx.
  12.  Ada kalanya hardware yang akan dipasang belum support Plug-and-Play. Untuk itu, gunakan Add Hardware Wizard yang ada di Control PanelSystemHardware untuk mendeteksinya.

    ________________________________ TIPS _______________________________________

  13. Sebenarnya hanya dibutuhkan waktu tidak lebih dari 2 menit saja untuk masuk ke Windows sejak komputer dihidupkan. Namun, kadang terasa sangat lama. Untuk mempercepat loading Windows, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya, mengurangi icon di desktop serta tidak menggunakan wallpaper yang memakan banyak memory. Ganti wallpaper dengan background berwarna, serta gunakan Desktop Cleanup Wizard yang ada bisa ditemui dengan klik kanan pada desktop untuk membersihkan icon. Jangan lupa juga, jalankan defrag secara berkala.
    Jika Anda sering menambah atau mengurangi program di komputer, bersihkan registry secara rutin. Gunakan software bantu seperti Registry Mechanic dari situs http://www.winguides.com/. Sayangnya, versi trial program ini hanya bisa digunakan memperbaiki sebanyak 6 sections saja.
    Langkah lain yang perlu dilakukan adalah me-remove program yang di-load secara otomatis saat memulai Windows. Tentu saja, hanya program-program yang tidak dibutuhkan. Caranya, dengan menghapus semua isi folder startup dan membuka msconfig melalui StartRun.
  14. Gunakan fitur File and Transfer Setting Wizard untuk memindahkan file dan setting ke komputer baru. Caranya, klik StartAllProgramsAccessoriesSystem Tools, kemudian jalankan File and Transfer Setting Wizard.
  15. Gunakan pengecualian pada security setting di Internet Explorer, agar proses update melalui halaman Windows Update berjalan lancar. Caranya, buka Internet Option di menu Tools pada Internet Explorer. Klik tab Security, pilih Trusted Site dan klik tombol Sites. Isikan nama situs Windows Update, hilangkan tanda centang pada option Require server verification… dan klik OK.
  16. Jika Anda kehilangan serial number Windows XP, gunakan freeware Magical Jelly Bean Keyfinder dari http://www.magicaljellybean.com/keyfinder.shtml.
  17.  Jika nama yang teregister dalam Windows XP Anda tidak sesuai, perbaiki melalui registry. Caranya, buka registry dan pilih MY Computer. Klik menu EditFind dan ketik RegOwner. Jika sudah ditemukan, klik kanan, pilih Modify dan isikan nama yang sesuai. Perubahan ini bisa juga dilakukan di key RegCompany.
    Peningkatan Performa Internet dan Jaringan
  18. Untuk men-share sebuah folder di komputer Anda ke jaringan, klik kanan folder tersebut dan pilih Properties. Klik tab Sharing dan enable option Share this folder on the network. Beri nama dan klik OK.
  19.  Buat sebuah icon My Network Places di desktop dengan mengklik kanan area kosong di dekstop dan klik Properties. Pilih tab DesktopCustomize Desktop. Kemudian buka tab General dan enable option My Network Places.
  20. Ada cara mudah mengirim pesan ke komputer lain di jaringan, yakni menggunakan Console Message. Buka Control PanelAdministrativeToolsComputer ManagementActionAll TaskSend Console Message. Ketik teks yang hendak dikirim, tambahkan nama komputer yang hendak dituju dan klik Send.
  21. Untuk mengatur Internet Connection Firewall (ICF), buka Network Connection di Control Panel, klik kanan koneksi yang ada dan klik Properties. Buka tab Advanced dan enable option Protect my computer and network by limitting or preventing access to this computer from Internet.
  22.  Atur Internet Connection Firewall (ICF) untuk setiap koneksi yang ada. Baik dial-up maupun broadband. Jika komputer Anda merupakan bagian dari jaringan yang terhubung ke Internet, pasang ICF hanya di komputer server.
  23.  Untuk mengetahui alamat IP Anda, masuk dalam DOS dengan mengetikkan command di Run. Kemudian ketikkan ipconfig /all.
  24. Jika Anda menerima pesan dari Internet melalui Messenger, segera matikan. Caranya, masuk ke Contol PanelAdministrative ToolsServices, dan klik ganda Messenger kemudian Stop. Untuk mencegah supaya tidak terulang, atur supaya Messenger menjadi Disabled di bagian Startup.
  25. Matikan Windows Messenger dengan melalui regedit. Buka HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Policies\Microsoft, kemudian pilih menu EditNewKey, dan beri nama Messenger. Kemudian buat key lagi dengan cara ini di dalam direktori Messenger dengan nama key-nya Client. Setelah itu, klik menu EditNewDWORD Value, dan beri nama Prevent-Run. Klik kanan value PreventRun, pilih Modify, isi angka 1 pada Value data, dan klik OK
  26. Untuk mengetahui informasi mengenai koneksi di komputer Anda, klik StartAll ProgramsAccessoriesSystem ToolsSystem Information. Pilih menu ToolsNet Diagnostics. Pada window yang terbuka kemudian pilih option Scan your system. Tunggu hingga proses selesai untuk melihat hasilnya.
  27.  Lindungi privasi dengan mencegah aplikasi Windows Media Player mengirim data mengenai komputer dan kebiasaan Anda menggunakan komputer melalui Internet ke alamat-alamat tertentu. Caranya mudah, Pada Windows Media Player, pilih menu ToolsOption. Buka tab Player dan disable option Aloww internet sites to uniquely your player.
  28.  Untuk mengunci komputer yang berada dalam sebuah network domain, tekan tombol Ctrl + Alt + Del bersamaan dan klik option Lock Computer. Untuk membuka kembali, tekan tombol Ctrl + Alt + Deldan masukkan password. Konfigurasi Windows yang Mudah dan Cepat.
  29. Untuk men-disable fitur autorun, klik kanan pada icon drive CD, pilih Properties dan masuk dalam tab AutoPlay. Kemudian disable autoplay untuk setiap jenis file yang tertera pada daftar.
  30.  Gunakan program Microsoft Clear Type Tuning Control dari http://www.microsoft.com/typography/cleartype/ untuk mengatur Clear Type pada komputer.
  31.  Untuk melihat system file yang secara default di-hidden oleh Windows XP, pilih tab View dalam menu ToolFolder Option dalam Windows Explorer. Enable Display the content of system folder
  32. Untuk meletakkan icon volume control di taskbar, masuk dalam Control PanelSound and Audio dan klik tab Volume. Enable Place volume control in the Taskbar dan klik OK.
  33. Atur tombol Power di keyboard melalui Control PanelPower Option di tab Advanced. Tentukan pengaturan tombol Power ini dengan memilih option yang tersedia.
  34. Atur supaya Windows membersihkan Pagefile saat shut down demi keamanan. Caranya, buka registry dan masuk dalam direktori HKEY_LOCALMACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\ControlSession Manager. Edit value pada key Clear-PageFileAtShutdown menjadi 1. Konsekuensinya, proses shut down akan berlangsung sedikit lebih lama.
  35.  Atur supaya Windows menampilkan ekstensi setiap file. Caranya, di Windows Explorer, pilih menu ToolFolder Option dan tab View. Hilangkan tanda centang di option Hide file extentions for known file types.

    _____________________

  36. Menghapus Komponen yang Terinstal
    Banyak komponen Windows yang tidak muncul di Add/Remove Windows Component sehingga tidak bisa di-uninstall.
  37. Buka Notepad dan pilih menu FileOpen. Arahkan ke folder Windows\inf. Isi nama file sysoc.inf. Klik Open untuk membuka file ini.

    2.Pilih menu EditReplace. Ketik Hide pada kolom Find, namun kosongkan kolom Replace With, klik Replace All. Tujuannya untuk menghapus semua kata Hide dalam file ini. Setelah selesai, tutup dan simpan file.

  38. Buka Control Panel dan pilih Add/Remove Programs. Kemudian pilih Add/Remove Windows Component, pada windows yang keluar kemudian akan tampak beberapa komponen yang sebelumnya tersembunyi.
  39. Ubah gambar pada welcome screen dengan cara masuk ke User Account di Control Panel. Buka account Anda dan klik Change my picture. Tentukan gambar pilihan Anda dengan mengklik Browse untuk gambar di harddisk atau memilih di antara gambar yang sudah tersedia.
  40. Jika lebih menyukai tampilan Start Menu versi lama, Anda bisa mengubahnya dengan mengklik kanan tombol Start, pilih Properties. Pilih Classic Start Menu dan klik Customize untuk mengatur isinya.
  41.  Untuk menyempurnakan tampilan klasik pada Start Menu, klik kanan desktop dan pilih Properties. Buka tab Themes, dan pilih Windows Classic dari Theme list.
  42. Tambahkan image pada sebuah folder, sehingga image tersebut yang akan tampak saat Windows Explorer dalam tampilan thumbnails. Caranya, klik kanan folder yang hendak diolah, pilih Properties. Klik tab Customize dan klik Choose Picture. Pilih sebuah gambar dan klik OpenOK.
  43. Sesuaikan kapasitas Recycle Bin dengan mengklik kanan icon Recycle Bin dan memilih
    Properties. Isi kapasitas yang Anda inginkan dan klik OK.
  44. Pada saat View di-set Details di Windows Explorer, klik kanan header salah satu kolom untukmengatur kolom apa saja yang ditampilkan. Klik More bila perlu mengatur setting lainnya.
  45. Untuk menambahkan program yang paling sering Anda gunakan dalam Quick Launch, drag icon program tersebut dalam Quick Launch.
  46.  Tambahkan address bar pada taskbar, sehingga mempercepat akses ke sebuah alamat di Internet. Caranya, klik kanan taskbar, pilih ToolbarAddress. Klik ganda untuk membuka dan menutupnya.
  47. Jadikan tampilan Windows Explorer seperti tampilan pada window My Computer. Caranya, klik kanan icon Window Explorer dan pilih Properties. Pada Target area, setelah %SystemRoot%\explorer.exe tambahkan /n, /e, /select, C:\ dan klik OK.
  48. Untuk menambahkan sebuah shortcut program di baris paling atas Start Menu, klik kanan icon-nya di Start Menu kemudian klik Pin to Start Menu.
  49.  Supaya sebuah drive atau folder dapat masuk dalam menu Send To, drag shortcut-nya ke folder \Documen Anda Setting\\SendTo.
  50.  Mencari folder SendTo? Klik saja StartRun dan ketik SendTo kemudian klik OK.
  51. Untuk mengosongkan daftar dokumen dalam folder My Recent Document di Start Menu, klik kanan Start, pilih Properties. Klik Customize dan buka tab Advanced kemudian klik tombol Clear list. Supaya tidak ada lagi yang muncul di My Recent Documents, disable option List my most recently opened documents.

    _______________________________

  52. Fast User Switching
    Dengan Fast User Switching, seorang user tidak perlu logoff sementara user lain login.
  53. 1.Untuk meng-enable Fast User Switching, masuk dalam Control Panel dan pilih User Accounts. Klik option Change the way user log on or off, dan enable Use Fast User Switching.

    2.Supaya koneksi dial-up tetap berjalan meski Fast User Switching di-enable, masuk ke registry di direktori HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion\Winlogon.

    3.Klik kanan pada panel sebelah kanan dan pilih New String Value. Beri nama KeepRasConnections dan beri nilai 1. Restart komputer.

  54.  Untuk melihat isi sesungguhnya folder My Recent Documents, klik StartRun, kemudian ketikkan %UserProfile%\Recent.

    Pengaturan Multiple User

  55.  Untuk berpindah antar user account, tekan tombol Ctrl+Alt+Del, kemudian pada window Task Manager yang terbuka, pilih tab Users. Klik kanan nama user yang hendak dipakai dan klik tombol Connect.
  56.  Tambahkan account Guest supaya orang lain bisa menggunakan komputer Anda. Caranya, buka User Accounts di Control Panel, klik GuestTurn On the Guest Account.
  57.  Ingatlah untuk selalu login sebagai System Administrator sebelum melakukan perubahan yang berimbas pada performa komputer.
  58.  Untuk meng-copy user profile, masuk dalam Control PanelSystem. Masuk dalam tab Advance dan klik tombol Setting di User Profiles. Sorot profile yang hendak dicopy, kemudian klik Copy to dan tentukan lokasi penyimpanan profile. Untuk mengubah permission, klik tombol Change.
  59.  Ganti Welcome screen dengan login dialog untuk menambah tingkat keamanan. Caranya, masuk dalam User Accounts di Control Panel, pilih option Change the way user log on or off serta disable Welcome screen.
  60.  Gunakan folder Shared Documents untuk menyimpan filefile yang bisa dibuka orang lain dalam jaringan. Folder ini bisa ditemui di My Documents\Other Places area.
  61. Pada Windows XP Pro Edition, password bisa kadaluarsa jika lama tidak digunakan login. Untuk menghindarinya, atur supaya Windows tidak melakukan hal tersebut. Caranya, klik StartRun, ketikkan userpasswords2 dan Enter. Buka tab Advanced dan pilih Advanced user management, klik tombol Advanced dan pilih Local Users and Groups. Klik kanan nama user dan pilih Properties. Buka tab General dan enable option Password never expires.
  62. Beri nama setiap partisi atau drive yang ada dengan nama yang berbeda. Hal ini penting untuk mempermudah pencarian file.
  63.  Buat sebuah password reset disk sebagai disket darurat saat kehilangan password. Caranya, masuk ke Control Panel dan buka User Account. Pilih account Anda dan pilih Prevent a forgotten password untuk memulai wizard

    ________________________________

  64. Buat sebuah compressed folder dengan cara mengklik kanan area kosong pada desktop, dan pilih NewCompressed (zipped) Folder. Beri nama dan drag and drop file yang hendak dikompres dalam folder tersebut.
  65. Sebuah compressed folder bisa dilindungi dengan password. Caranya, buka menu FileAdd a Password. Isikan password Anda dan isi sekali lagi untuk konfirmasi.
  66. Sebuah compressed folder tetap bisa ditambah isinya dengan cara drag and drop file yang hendak dikompres ke dalamnya.
  67. Saat menjalankan Disk Cleanup, pilih option Compress old files untuk mengompresi file-file yang sudah tidak dibutuhkan, sehingga kapasitas harddisk bisa dihemat.
  68. Enkrip atau acak file bisa dilakukan di Windows XP Pro Edition dengan mengklik kanan My Computer, pilih Properties. Buka tab General dan klik Advanced. Aktifkan option Encrypt contents to secure data.
  69.  Cara termudah mengubah nama file atau folder adalah dengan memilihnya, kemudian menekan tombol F2.
  70.  Supaya Anda bisa berpindah antar folder dengan cepat, terutama pada folder-folder yang sering dibuka, buatlah shortcut untuk setiap folder yang sering diakses.
  71. Reset file association dengan cara menhakan tombol Shift saat mengklik kanan sebuah file. Pilih Open With… Pilih program yang hendak Anda gunakan untuk membuka file tersebut dan enable option Open use the selected program to open this kind of file. Kemudian klik OK.
  72. Sesuaikan kapasitas penyimpanan file musik dengan cara membuka Windows Media Player dan memilih menu ToolsOptions. Buka tab Copy Music dan sesuaikan ukuran kapasitas dengan menggeser slider.
  73.  Jika Anda menyimpan semua dokumen dalam folder My Documents, maka semua file tersebut lebih mudah di-back-up serta tidak terpengaruh system restore.
  74. Jika sebuah file hasil copy dari CD tidak dapat diakses, maka hilangkan atribut Read only. Caranya, klik kanan file tersebut dan pilih Properties. Hilangkan tanda centang pada option Read only.
  75. Aturlah tampilan setiap folder dengan mengklik kanan folder tersebut pada My Computer. Pilih Properties dan klik Customize. Pilih template yang tersedia atau pilih gambar sesuai dengan keinginan Anda. Klik OK untuk menyimpan hasil setting.
  76. Anda bisa me-rename beberapa file sekaligus yang memiliki karakter sama dalam folder yang sama juga. Misalnya kumpulan foto atau image. Caranya, pilih semua file yang hendak di-rename, klik kanan file pertama dan klik Rename. Beri nama,misalnya Koleksi.JPG, maka semua file yang lain akan berubah namanya menjadi Koleksi (1).JPG, Koleksi (2).JPG, dan seterusnya.

    _______________________ STEP BY STEP _________________________________________

  77.  Mengirim Faks
    Tahukah Anda, bahwa Windows XP memiliki tool untuk mengirim dan menerima faks?

    1. Buka Control Panel, pilih Add/Remove Program dan klik Add/Remove Windows Component. Enable Fax Services dan klik Next.
    2. Klik StartAll ProgramsAccessoriesCommunicationFaxFax Console untuk menjalankan Fax Configuration Wizard. Atur semua setting, termasuk nomor faks dan modem yang digunakan serta pengaturan incoming fax.
    3. Buat semua faks dari Fax Console. Periksa semua isi sebelum dikirim, termasuk setting dan sebagainya.

    Mengatur Kualitas Cetak

  78. Anda bisa mencetak beberapa foto bersamaan, sekaligus mengatur layout serta option lainnya dengan cara mudah. Pertama, buka file-file foto dalam folder My Pictures, kemudian pilih menu File Print. Akan muncul Photo Printing Wizard. Atur printer yang hendak digunakan dan layout yang akan dipakai. Beberapa printer memungkinkan mencetak beberapa foto dalam satu kertas.
  79. Anda bisa menggunakan karakter yang tidak ada di keyboard, namun bisa digunakan dalam Windows dengan fitur Character Map. Untuk membukanya, Anda bisa menemukan di StartAll ProgramsAccessoriesSystem ToolssCharacter Map. Atau ketik “charmap” tanpa tanda petik di StartRun.
  80. Untuk meng-capture sebuah adegan di file movie menjadi sebuah image, putarlah film tersebut dan tekan tombol Stop saat adegan yang diinginkan. Klik Take Picture, simpan di folder Anda dan beri nama.

    Memunculkan Penampakan Fitur Tersembunyi

  81. Anda tertarik dengan musik pembuka Windows yang orisinal? Temukan file-nya di \windows\oobe\system32\images\tittle.wma.
  82.  Ada dua edisi Windows Plus! yang beredar, yakni Microsoft Plus! for Windows dan Digital Media Edition (DME). Simak www.microsoft.com/windows/plus/PlusHome.asp dan coba versi trial DME.
  83. Ketikkan “iexpress” tanpa tanda petik pada kotak dialog StartRun. Anda akan menemukan sebuah utility untuk mengompres dan membuat file self extraction.
  84. Anda akan menemukan beberapa tool yang kurang populer, namun punya kelebihan luar biasa. Tool-tool tersebut bisa ditemui di folder support\tools dalam CD instalasi Windows XP. Gunakan program suptools.msi untuk menginstalasi tool-tool tersebut dalam komputer Anda.
  85. Ada banyak wizard atau stepby-step di Windows. Untuk mengetahui wizard apa saja, buka Help and Support dan ketikkan “Wizard” tanpa tanda petik pada kolom pencarian. Windows akan memunculkan daftar wizard yang tersedia. Anda tinggal memilihnya.
  86.  Untuk membuat karakter sendiri, klik StartRun dan ketikkan Eudcedit. Buat sesuai keinginan Anda, asalakan masih dalam ukuran 64×64 grid. Simpan dengan memilih menu EditSave Character.
  87.  Untuk meletakkan karakter dalam Character Map ke dalam dokumen, Anda cukup membuka Character Map dan memilih karakter tersebut. Kemudian Anda tinggal mengcopy dan paste-nya ke dalam dokumen Anda

    _____________________________ Desktop ____________________________

  88. Untuk menampilkan daftar dokumen yang terakhir diakses di Start Menu pada Windows XP Home Edition, klik kanan pada tombol Start dan pilih Properties. Klik Customize, buka tab Advanced dan enable option List my most recently opened documents.
  89. Jika Anda ingin agar tampilan Windows Explorer terbuka penuh hingga menutupi taskbar, tekan tombol F11.
  90. Anda bisa membuat shortcut key atau penekanan tombol tertentu untuk mengakses sebuah program. Caranya, klik kanan icon program tersebut dan pilih Properties. Buka tab Shortcut dan tentukan tombol mana yang Anda gunakan untuk mengakses program tersebut. Secara otomatis Windows akan menambahkan tombol Ctrl+Alt+ pilihan Anda sebagai shortcut key.
  91. Munculkan penampakan icon indikator koneksi broadband atau dial-up pada system tray untuk mempermudah kontrol. Caranya, buka My Network Places, pilih View Networks Connections, klik kanan koneksi yang Anda gunakan dan pilih Properties. Ubah option Show icon in notofication area when connected menjadi enable.
  92. Anda bisa membuka beberapa program secara bersamaan dengan menekan tombol Shift, sementara mengklik program yang ada dalam Start Menu.
  93. Untuk menghilangkan nama icon pada desktop, klik kanan icon tersebut, dan pilih Rename. Tekan tombol Alt dan numeric key 255. Kemudan tekan Enter.
  94. Anda bisa menghilangkan tanda panah pada icon shortcut di desktop. Caranya, masuk ke registry editor dengan mengetik “regedit” tanpa tanda petik di kotak dialog StartRun. Masuk ke dalam direktori HKEY_CLASSES_ROOT\Lnkfile. Hapus value IsShortcut.
  95. Daftar Shortcut
    Berikut ini beberapa shortcut yang paling banyak digunakan saat bekerja sehari-hari menggunakan Windows.
    [Windows] + [L] Lock komputer
    [Windows] + [U] Menampilkan Utility Manager
    [Windows] + [R] Menampilkan Run
    [Windows] + [F] Menampilkan window pencarian
    [Windows] + [E] Membuka My Computer
    [Windows] + [D] Mematikan atau mengaktifkan Toggle

    Desktop
    [Windows] + [M] Minimize semua window
    [Windows] + [Shift] + [M] Restore semua window yang di-minimize
    [Windows] + [Ctrl] + [F] Mencari komputer dalam jaringan
    [Windows] + [F1] Menampilkan halaman Help
    [Windows] + [Break] Memunculkan window System
    Properties
    [Windows] + [Tab] Scroll tombol di Taskbar
    Jika Anda menggunakan keyboard lama yang tidak dilengkapi dengan tombol Windows, gunakan paduan tombol Ctrl + Esc.

  96. Anda bisa meng-enable atau disable grouping beberapa file dalam satu program. Caranya, klik kanan taskbar dan pilih Properties. Beri atau hilangkan tanda centang pada option Groups similar taskbar button.
  97. Anda bisa menghilangkan atau menampilkan icon di desktop dengan mengklik kanan desktop dan memilih Arrange Icons ByShow Desktop Icons.
  98.  Anda bisa membuat custom toolbar dengan mengklik kanan taskbar, memilih ToolbarsNew Toolbar. Atur sesuai dengan keinginan Anda, misalnya menjadikan My Documents sebagai toolbar di taskbar supaya mudah dan cepat diakses.
  99.  Klik kanan Start Menu, pilih Properties, jika tidak menggunakan Classic Start Menu, klik Customize dan buka tab Advanced. Ada beberapa munu yang bisa diaktifkan dengan memberi tanda centang pada option yang ada. Mulai dari Scroll Programs hingga memunculkan penampakan beberapa fitur dalam Start Menu.
  100. Anda bisa membuka sebuah situs tanpa membuka browser terlebih dahulu. Caranya, ketikkan alamat lengkap situs yang hendak dibuka di kotak dialog StartRun. Misalnya http://www.pcmedia.co.id/. Kemudian tekan Enter.
  101. Di setiap menu dalam Windows terdapat huruf yang bergaris bawah sebagai patokan penggunaan navigasi keyboard. Misalnya menu File bisa dibuka dengan menekan tombol Alt+F. Anda bisa menonaktifkan atau mengaktifkan fitur yang ditandai dengan garis bawah ini. Caranya, klik kanan area kosong di desktop. Kemudian buka tab Appereance, dan klik tombol effects. Atur tanda centang pada option Hide underlined letter for keyboard navigation until I press the [Alt] key.
  102.  Atur supaya komputer mengeluarkan suara peringatan saat tombol Caps Lock, Num Lock atau Scroll Lock diaktifkan. Caranya, Buka Control Panel, masuk dalam Accessibility Option. Buka tab Keyboard dan enable option Use Toggle-Keys.
  103.  Untuk meng-enable Hibernate dalam Windows XP saat menekan Turn Off di Start Menu, tahan tombol Shift. Maka tombol Stand by pada kotak dialog Shut Down akan berubah menjadi Hibernate.
  104. Jika hardware Anda support Hibernate, aktifkan segera fitur ini. Caranya, buka Control Panel dan buka Power Options. Klik tab Hibernate dan beri tanda centang pada option Enable Hibernate. Jika hardware Anda tidak support Hibernate, tab ini tidak bisa ditemui

    ______________________ Kinerja Komputer -_________________________________________

  105. Tambah kecepatan komputer Anda dengan menghilangkan penampakan yang bagus namun memakan banyak waktu, yakni animasi. Caranya, buka Control Panel, dan klik ganda System. Klik tab Advanced dan tekan tombol Performance Settings. Kemudian enable option Adjust for the best performance.
  106.  Untuk mengurangi waktu booting yang terasa lama, atur di BIOS agar booting dimulai dari harddisk baru kemudian CD atau floppy drive pada pilihan berikutnya.
  107. Atur supaya Windows hanya akan me-load program yang dibutuhkan saja saat mulai berjalan supaya waktu loading lebih cepat dan kerja komputer lebih ringan. Ketikkan “msconfig” tanpa tanda petik di kotak dialog Run dan tekan Enter. Pada tab General, pilih option Selective Startup, kemudian buka tab Startup dan nonaktifkan semua program yang tidak perlu.
  108. Anda bisa memonitor penggunaan processor dengan menekan tombol Ctrl+Alt+Del untuk membuka Task Manager. Kemudian minimize window tersebut, Anda akan melihat grafik penggunaan kapasitas processor di system tray.
  109. Untuk meningkatkan kecepatan menyimpan data di USB ZIP drive, buka My Computer dan klik kanan drive ZIP tersebut. Pilih Properties, buka tab Hardware klik Properties, kemudian buka tab Policies dan aktifkan option Optimize for Performance.

Add comment January 30, 2008

Cara menampilkan status Yahoo Messenger di halaman web/blog

Code

<a href="ymsgr:sendIM?yana_maret">
<img border=0 src="http://opi.yahoo.com/online?u=yana_maret&m=g&t=1" /> </a>

ada beberapa gambar yang bisa kita pilih untuk tampil di halaman web kita dengan cara merubah t=1.. dengan t=0 sampai t=5

t= 1


2 comments January 22, 2008

Fungsi – Fungsi sql

AVG(ekpresi) ==> Nilai rata – rata dari colom yang tidak nul

Count ==> menghitung jumlah baris data dalam tabel

Count(ekpresi) ==> menghitung jumlah baris data dalam tabel yang tidak null

count (distinct ekpresi) ==> count hanya menghitung colom yang unik

Max(expresi) ==> Mencari Nilai tertinggi

Min(expresi) ==> Mencari nilai terendah

Sum(ekpresi) ==> Menjumlahkan baris nilai data dalam tabel yang bukan null

stdev(ekpresi) ==> Menghitung standar deviasi dari nilai kolom yang bukan nilai null

stdevp(ekpresi) ==> Menghitung standardeviasi dari suatu populasi colom yang bukan null

Var(ekpresi) ==> Menghitung varian dari nilai colom yang bukan null

Contoh ::

  • select avg(nilai) as rata-rata from nilai_mahasiswa
  • select sum(nilai) as jumlah from nilai mahasiswa
  • select count(distinct kota) as jumlah_kota_mahasiswa from mahasiswa
  • select count(*) as jumlah_mahasiswa from mahasiswa

Group By

  • Digunakan untuk menyeleksi baris data ke dalam kelompok2 baris data yang memiliki nilai sama, group by mempunyai himpunan nilai sebelum di hitung fungsi2 agregate

contoh :

select

city,

count(*) as jumlah_cust

from customer

group by city

Having

  • Memberi batasan terhadap baris2 data yang di hasilkan oleh tugas agregat

contoh :

select city,

count(*) as jumlah_cust from customer

Group by city

Having count (*)>1

subquery 

  • select di dalam select

contoh ::

select product_name from product where unit_price = (select unitprice from product where product name = ‘outback lager’)

UNION 

  • Unutk menggabungkan beberapa hasil query, defaultnya baris baris duplikasi  di hilangka. tetapi kita bisa mempertahankan duplikasi dengan kata kunci all

Contoh ::

s elect company_name, contact_name from suplier  where country = ‘tasik’

union

select company_name, contact_name from customer where country = ‘USA’ order by company_name

Add comment January 22, 2008

button

JavaScript Button Coding a JavaScript button by yourself JavaScript buttons can give nice effects to your web page. If done properly, JavaScript buttons give very impressive look and feel. This article shows you the creation of a JavaScript button in simple steps. The working of a JavaScript Button The JavaScript button effects are created using images. The JavaScript button requires three images for the different stages (normal, active and clicked). When the user moves the mouse over the image, the image is switched to the ‘active’ image. When the user clicks the image, the image is switched to ‘clicked’ image This in effect creates the feeling of a button. JavaScript buttons are also known as Mouse over buttons. The image object In order to display an image, the HTML code is: javascript button To refer this image in the JavaScript, you need to give a name to the image using the ‘name’ attribute. javascript button The HTML code for the image is ready. Now our button will look as shown below: javascript button Accessing the Image From JavaScript Once the image object is inserted in the HTML page, you can access it using the name you have given. var myimgobj = document.images["jsbutton"]; There are many properties for the JavaScript image object. However, the property that we are interested is the ’src’ property. This property contains the image file name. So if you change the src property of the image object to another file, the image will change. Handling the Mouse-Over Event We need to change the image when the user moves the mouse over the image. So we have to handle the event that the browser sends when the user moves the mouse over the image. However, the image object does not support onMouseOver event. The workaround is to include the image within the anchor ( ) tag and handle the mouse over event. We need to correct the HTML for the image as javascript button We have defined the handler for the mouse over event as changeImage() function. Now we need to define this function. function changeImage() { document.images["jsbutton"].src=”buyit15u.jpg”; return true; } The function (that we defined as the mouse over handler) just changes the src attribute to another image file. The example is available here: JavaScript button Example 1 Click the link above and the code working. Move the mouse over the button; the image changes. Handling the Mouse-Out Event But as you can see, even when you move the mouse out, the image is not changing back to the old image. For changing back to the old image, we need to handle the onMouseOut event also. javascript button The changeImageBack() event handler has to take care of changing the image when the user moves the mouse cursor out of the image. The modified code is as shown below: function changeImage() { document.images["jsbutton"].src=”buyit15u.jpg”; return true; } function changeImageBack() { document.images["jsbutton"].src=”buyit15.jpg”; return true; } See the modified example file: JavaScript button Example 2 Handling the Mouse Click Event You may also want to change the image when the button is pressed. The Mouse Down and the Mouse Up messages are to be handled for creating this effect. The code below handles the Mouse up and Mouse down messages also: javascript button function changeImage() { document.images["jsbutton"].src=”buyit15u.jpg”; return true; } function changeImageBack() { document.images["jsbutton"].src=”buyit15.jpg”; return true; } function handleMDown() { document.images["jsbutton"].src=”buyit15d.jpg”; return true; } function handleMUp() { changeImage(); return true; } The example file is here: JavaScript button Example 3 Navigating to Another Page You can give the URL in the ‘href’ attribute of the anchor ( ) tag to navigate to that page when the user clicks the button. For example: Image Pre-fetching Image pre-fetching is a technique to make the browser load and decode the image early. Image pre-fetching could be used to create smooth image transition effects. You might have noticed that for the first time the button transition is not smooth, in the examples above. The solution is to make the browser load the image and keep it in cache. You can use the Image() JavaScript object to make the browser pre-fetch the images. The javascript code for creating the image object goes like this: upimage = new Image(); upimage.src=”buyit15u.jpg”; downimage = new Image(); downimage.src=”buyit15d.jpg” The image objects are created while loading the page. This forces the browser to load the images from the site and decode it. The button code we developed, with image pre-fetching support, is given below: javascript button upImage = new Image(); upImage.src=”buyit15u.jpg”; downImage = new Image(); downImage.src=”buyit15d.jpg” normalImage = new Image(); normalImage.src=”buyit15.jpg”; function changeImage() { document.images["jsbutton"].src= upImage.src; return true; } function changeImageBack() { document.images["jsbutton"].src = normalImage.src; return true; } function handleMDown() { document.images["jsbutton"].src = downImage.src; return true; } function handleMUp() { changeImage(); return true; }

Add comment January 21, 2008

vAlidasi Form

1.Include gen_validatorv2.js in your html file just before closing the HEAD tag

<script language="JavaScript" src="gen_validatorv2.js" type="text/javascript"></script>
</head>

2. Just after defining your form, Create a form validator object passing the name of the form

<FORM name='myform' action="">
<!----Your input fields go here -->
</FORM>
<SCRIPT language="JavaScript">
var frmvalidator = new Validator("myform");
....

3. Now add the validations required

frmvalidator.addValidation("FirstName","alpha");

the first argument is the name of the field and the second argument is the validation descriptor, which specifies the type of validation to be performed.
You can add any number of validations. The list of validation descriptors are provided at the end of the documentation.
The optional third argument is the error string to be displayed if the validation fails.

frmvalidator.addValidation("FirstName","alpha");
frmvalidator.addValidation("FirstName","req","Please enter your First Name");
frmvalidator.addValidation("FirstName","maxlen=20",
"Max length for FirstName is 20");

4. Similarly, add validations for the fields where validation is required.
That’s it! You are ready to go.

Example

The example below will make the idea clearer
<form action="" name="myform" >
<table cellspacing="2" cellpadding="2" border="0">
<tr>
<td align="right">First Name</td>
<td><input type="text" name="FirstName"></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">Last Name</td>
<td><input type="text" name="LastName"></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">EMail</td>
<td><input type="text" name="Email"></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">Phone</td>
<td><input type="text" name="Phone"></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">Address</td>
<td><textarea cols="20" rows="5" name="Address"></textarea></td>
</tr>
<tr>
<td align="right">Country</td>
<td>
<SELECT name="Country">
<option value="" selected>[choose yours]
<option value="008">Albania
<option value="012">Algeria
<option value="016">American Samoa
<option value="020">Andorra
<option value="024">Angola
<option value="660">Anguilla
<option value="010">Antarctica
<option value="028">Antigua And Barbuda
<option value="032">Argentina
<option value="051">Armenia
<option value="533">Aruba
</SELECT>
</td>
</tr>
<tr>
<td align="right"></td>
<td><input type="submit" value="Submit"></td>
</tr>
</table>
</form>
<script language="JavaScript" type="text/javascript">
var frmvalidator = new Validator("myform");
frmvalidator.addValidation("FirstName","req","Please enter your First Name");
frmvalidator.addValidation("FirstName","maxlen=20",
"Max length for FirstName is 20");
frmvalidator.addValidation("FirstName","alpha");

frmvalidator.addValidation(”LastName”,”req”);
frmvalidator.addValidation(”LastName”,”maxlen=20″);

frmvalidator.addValidation(”Email”,”maxlen=50″);
frmvalidator.addValidation(”Email”,”req”);
frmvalidator.addValidation(”Email”,”email”);

frmvalidator.addValidation(”Phone”,”maxlen=50″);
frmvalidator.addValidation(”Phone”,”numeric”);

frmvalidator.addValidation(”Address”,”maxlen=50″);
frmvalidator.addValidation(”Country”,”dontselect=0″);
</script>

Some Additional Notes

  • The form validators should be created only after defining the HTML form (only after the </form> tag. )
  • Your form should have a distinguished name. If there are more than one form in the same page, you can add validators for each of them. The names of the forms and the validators should not clash.
  • You can’t use the javascript onsubmit event of the form if it you are using this validator script. It is because the validator script automatically overrides the onsubmit event. If you want to add a custom validation, see the section below
  • Adding Custom Validation

    If you want to add a custom validation, which is not provided by the validation descriptors, you can do so. Here are the steps:

  • Create a javascript function which returns true or false depending on the validation.
    function DoCustomValidation()
    {
    var frm = document.forms["myform"];
    if(frm.pwd1.value != frm.pwd2.value)
    {
    alert('The Password and verified password does not match!');
    return false;
    }
    else
    {
    return true;
    }
    }
  • Associate the validation function with the validator object.
    frmvalidator.setAddnlValidationFunction("DoCustomValidation");
  • The custom validation function will be called automatically after other validations.

    If you want to do more than one custom validations, you can do all those validations in the same function.

    function DoCustomValidation()
    {
    var frm = document.forms["myform"];
    if(false == DoMyValidationOne())
    {
    alert('Validation One Failed!');
    return false;
    }
    else
    if(false == DoMyValidationTwo())
    {
    alert('Validation Two Failed!');
    return false;
    }
    else
    {
    return true;
    }
    }

    where DoMyValidationOne() and DoMyValidationTwo() are custom functions for validation.

    Clear All Validations

    In some dynamically programmed pages, it may be required to change the validations in the form at run time. For such cases, a function is included which clears all validations in the validator object.

    frmvalidator.clearAllValidations();

    this function call clears all validations you set.
    You will not need this method in most cases.

    Table of Validation Descriptors

    required
    req
    The field should not be empty
    maxlen=???
    maxlength=???
    checks the length entered data to the maximum. For example, if the maximum size permitted is 25, give the validation descriptor as “maxlen=25″
    minlen=???
    minlength=???
    checks the length of the entered string to the required minimum. example “minlen=5″
    alphanumeric /
    alnum
    Check the data if it contains any other characters other than alphabetic or numeric characters
    num
    numeric
    Check numeric data
    alpha
    alphabetic
    Check alphabetic data.
    email The field is an email field and verify the validity of the data.
    lt=???
    lessthan=???
    Verify the data to be less than the value passed. Valid only for numeric fields.
    example: if the value should be less than 1000 give validation description as “lt=1000″
    gt=???
    greaterthan=???
    Verify the data to be greater than the value passed. Valid only for numeric fields.
    example: if the value should be greater than 10 give validation description as “gt=10″
    regexp=??? Check with a regular expression the value should match the regular expression.
    example: “regexp=^[A-Za-z]{1,20}$” allow up to 20 alphabetic characters.
    dontselect=?? This validation descriptor is valid only for select input items (lists) Normally, the select list boxes will have one item saying ‘Select One’ or some thing like that. The user should select an option other than this option. If the index of this option is 0, the validation description should be “dontselect=0″

    <!– 21 Oct 2006 Blocking link to simfatic.com

    NOTE: Simfatic Forms contains still more number of validations (comparison validations, check box & radio button validations and more)
    You can have conditional validations too ( validate only if a condition is met ). Using Simfatic Forms, you can add validations to your forms without writing a single line of code!Using Simfatic Forms you can design generate, install and maintain web forms painlessly. Click here for more information

    –>

    Example Page

    See the JavaScript form validation example here

    Add comment January 21, 2008

    Previous Posts


    Categories

  • Blogroll

  • Feeds